NAMLEA– PELANGI
Paguyuban Jawa meramaikan Karnaval budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Buru, yang diperingati pada 12 Oktober 2025. Acara ini dihadiri langsung oleh anggota DPR-RI Dapil Maluku Sa’dia Uluputty, Bupati dan Wakil Bupati Buru, Forkopimda, serta diikuti 30 paguyuban budaya dan 10 kecamatan.

Ketua Paguyuban Jawa, Agus Supriyanto, kepada media di Namlea pada Minggu (12/10/2025), menegaskan komitmen organisasi tersebut dalam menjaga kelestarian seni budaya Jawa sebagai warisan leluhur. Paguyuban yang kini beranggotakan sekitar 300 orang itu menegaskan sinergi terus-menerus dengan pemerintah daerah untuk mendukung program-program daerah.
Salah satu anggota Paguyuban, Irawati, menjelaskan bahwa pertunjukan seni yang dipertunjukkan dalam karnaval meliputi purno kawan sebagai simbol tanah Jawa dan bantengan, keduanya merupakan karya khas dari Jawa Timur.
Penampilan punakawan, yaitu Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, turut dipertontonkan di sela-sela atraksi utama. Punakawan dipakai untuk menyampaikan nilai-nilai kebaikan serta kritik sosial dalam pewayangan Jawa, sedangkan bantengan dikenal sebagai tarian berangkat dari simbol kekuatan dan tolak bala yang umum dipentaskan dalam bentuk gebyak.

Paguyuban Jawa juga menyediakan sebuah stand di area lapangan Pattimura Namlea. Menu yang disajikan meliputi nasi pecel, nasi lalapan, cendol, keripik pisang, dan nasi tiwul, semuanya mencerminkan ragam kuliner basudara Jowo.
Irawati menambahkan bahwa anggaran untuk menu tersebut berasal dari partisipasi anggota paguyuban. penyajian makanan menjadi bagian dari upaya mempererat tali persaudaraan dan penghormatan terhadap orang tua maupun kerabat, sejalan dengan filosofi makan bersama yang menjadi inti tradisi Maluku “Makan Patita.”Stand-stand lain di lapangan Pattimura Namlea tetap berjajar dengan berbagai atraksi budaya dari peserta Karnaval, menambah semarak peringatan HUT Kabupaten Buru ke-26. Para penonton disuguhkan ragam budaya daerah yang sarat makna, sambil tetap memupuk rasa persaudaraan antar komunitas ( uc )