Posted in

30 Mahasiswa KKN UGM  di Tempatkan Pada 3 Desa di Kecamatan Waplauw

PELANGI.CLICK. Pemerintah DaerahKabupaten Buru menerima 30 Mahasiswa  peserta kuliah kerja nyata ( KKN ) Universitas Gadjah Mada ( UGM ). akan disebar pada 3 desa di Kecamatan Waplauw.
Desa tersebut adalah, Desa Waprea, Waeura dan Desa Lamahang.

Peserta Mahasiswa KKN tersebut diterima lansung oleh Asisten II bidang Ekonomi, Efendi Rada, SE,
di aula kantor Bupati Buru, selasa, 24/6/2025

Saat menyampaikan sambutan, asisten II mengatakan dengan adanya Mahasiswa KKN yang baru saja tiba di Daerah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi posesif terhadap perkembangan pembangunan di Desa.

” Kami berharap, dengan hadirnya Mahasiswa KKN UGM, bisa memberikan manfaat bagi perkembangan pembangunan yang ada dalam desa terutama bidang pendidikan dan Kesehatan ” pinta  Rada.


Pada kesempatan itu, Rada menyampaikan karakteristik kecamatan Waplau, dia menyebut, masyarakat Kecamatan Waplau umumnya bergerak dibidang pertanian dan nelayan. Kecamatan  Waplau terdapat 10 desa dan 2 desa persiapan, jumlah jiwa 13.289 jiwa

Dari sisi kebutuhan tenaga ahli khususnya spesifikasi tertentu, Kabupaten Buru masih membutuhkan tenaga

” Kami masih membutuhkan tenaga dokter, apalagi spesifikasinya dokter gigi” jelasnya 

Pemerintah daerah melalui asisten II menginginkan jasa mahasiswa KKN UGM, pesannya, bila telah selesai melaksanakan studi, supaya mengabdikan diri di Kabupaten Buru

” Semoga saudara – saudara yang ada disini tertarik sehingga ketika selesai study bisa kembali lagi untuk mengabdi, kita membuka diri, 
kami masih butuh tenaga dokter
Apalagi spesifikasinya dokter gigi dan dokter lainnya ” pinta Rada

Diantara Mahasiswa KKN,
ternyata  ada 2 mahasiswa program kedokteran, calon dokter gigi.

Kelangkaan tenaga dokter, sangat dibutuhkan, termasuk dokter gigi yang bertugas di Kabupaten Buru, sehingga Rada tak sungkan – sungkan menawarkan
Kepada Mahasiswa KKN calon dokter gigi untuk mengabdi didaerah ini.

” Dokter gigi kalau mereka mau, kami siap membekali yang penting adik-adik mau mengabdi di sini” pinta Rada

Asisten II yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Sumber Daya Manusia dan Kepegawaian ini menjelaskan, dirinya sedikitnya memahami kebutuhan tenaga ASN di Kabupaten ini

“Saya sedikit faham terkait kebutuhan – kebutuhan tenaga ASN, karena selain ASN saya pelaksana tugas di asisten 2 tapi definitifnya Kepala Badan Sumber Daya Manusia dan Kepegawaian di Kabupaten ” bebernya

Karena jabatan itu dan memiliki pengalaman sesuai keahlian di bidangnya, Rada mengetahui benar quota yang dibutuhkan di Daerah Bupolo ini

” saya tahu jumlah spesifikasinya, selain tenaga kesehatan, bahkan saya paham berapa banyak yang kami butuh, selain itu ada tenaga-tenaga lain selain kesehatan,
mungkin ada sarjana-sarjana teknik yang lain kami masih butuh ” katanya.

Lanjut Rada,  agar kedepan  lebih ditingkatkan kerjasamanya antara Pemerintah Daerah dan Universitas Gadjah Mada dalam hal penyediaan tenaga-tenaga teknis yang sudah dibutuhkan. ( uc )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *